Selasa, 26 Juli 2016

Setan dan Para Pendosa

Di padang Mashyar setelah pengadilan, maka dipisahlah orang-orang beriman dengan orang-orang berdosa. Orang-orang yang berdosa lalu protes... Mereka mengatakan bahwa mereka jatuh ke dalam dosa karena godaan setan dan nafsu. Maka dipanggillah Setan dan Hawa Nafsu... Lalu ditanyakan kepada mereka bagaimana mereka menggoda para Pendosa ini sehingga mereka bisa terjatuh dalam dosa. Maka Setan dan Hawa Nafsu pun mengatakan kepada para Pendosa, “Wahai orang-orang yang berdosa, Apakah dulu sewaktu kalian hidup di dunia kamu melihat kami?” Para Pendosa itu menjawab, “Tidak….” Kembali Setan dan Hawa Nafsu bertanya lagi, “Apakah kamu dapat mendengar suaraku?” “Tidak,” jawab para Pendosa lagi. “Lalu bagaimana kalian menuduh kami...???” Protes Setan dan Hawa Nafsu. Para Pendosa tertunduk lesu tak mampu berkata-kata. Kemudian Setan dan Hawa Nafsu kembali berkata, “Apakah ketika kalian hidup di dunia kalian melihat bangunan Mesjid dan mendengar suara Adzannya...???” “Ya... kami melihat dan mendengarnya,” jawab para Pendosa. “Apakah kalian ketika di dunia melihat dan mendengar orang yang berceramah…???” lanjut Setan dan Hawa Nafsu. “Ya...,” jawab para pendosa kembali. “Apakah ketika hidup di dunia tidak ada orang yang mengajakmu berbuat kebaikan...???” kata Setan dan Hawa Nafsu lagi dengan kompak. “Ada...” jawab para pendosa lagi. “Lalu apa yang terjadi kepada kalian? Kalian tidak melihat dan juga tidak mendengar kami... lalu mengapa kalian menuduh kami???” seru Setan dan Hawa Nafsu. Mendengar hal itu para Pendosa kembali tak dapat menjawab... dan hanya terdiam lesu. “Lalu mengapa kalian tak sholat padahal kalian melihat mesjid dan mendengar suara adzan?” tanya Setan lagi. “Mengapa kalian tak berbuat amal sholeh padahal ada penceramah dan ada orang-orang yang datang ke rumahmu mengajakmu untuk berbuat kebaikan...???” tanya setan untuk kedua kalinya. Kembali dan kembali para Pendosa tak mampu menjawab dan hanya diam membisu mendengar pertanyaan-pertanyaan dari Setan dan Hawa Nafsu itu...! Mereka tak dapat lagi mengelak dan tak dapat menyalahkan siapapun, semua ini adalah kesalahan mereka sendiri dan bukan kesalahan siapapun juga. Penyesalan yang terlambat... Penyesalan yang bukan pada tempatnya... Semuanya telah terjadi kini tinggal penyesalan yang mendalam! Apakah kita masih bernafas...? Apakah kita masih di dunia...? Apakah masih ada kesempatan untukku...? Apakah aku masih bisa bertaubat...? Segeralah...sebelum semuanya Terlambat Barangsiapa berbuat kebaikan seberat Dzarrah (debu) maka ia akan lihat hasilnya. Barangsiapa berbuat keburukan seberat Dzarrah (debu) maka ia akan lihat hasilnya.